- Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
- 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
- Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atauContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
– Budi dan Tono pergi ke bioskop.
– Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
– Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
– Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
– Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
– Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
– Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
– Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
– Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.Contoh kata penghubung korelatif
sedemikian rupa sehingga
tidak hanya…, tetapi juga
apa(kah) … atau
bukan hanya …, melainkan juga
baik … maupun
jangankan …, … pun
entah … entah
bukannya …, melainkanContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
– Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
– Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
– Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
– Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
– Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
– Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
– Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
– Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.Contoh kata penghubung subordinatif
komplementasi: bahwa
alat: dengan, tanpa
pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
syarat: jika, bila, jikalau
atributif: yang
kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
tujuan: agar, biar, supaya
waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
cara: dengan, tanpa
hasil: makaContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:– Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
– Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
– Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
– Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
– Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
– Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
– Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
– Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
– Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
– Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
– Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
– Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
– Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
– Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
– Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
– Riski menunggu bus sejak tadi.
– Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Konjungsi
- Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
- 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
- Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atauContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
– Budi dan Tono pergi ke bioskop.
– Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
– Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
– Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
– Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
– Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
– Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
– Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
– Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.Contoh kata penghubung korelatif
sedemikian rupa sehingga
tidak hanya…, tetapi juga
apa(kah) … atau
bukan hanya …, melainkan juga
baik … maupun
jangankan …, … pun
entah … entah
bukannya …, melainkanContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
– Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
– Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
– Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
– Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
– Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
– Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
– Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
– Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.Contoh kata penghubung subordinatif
komplementasi: bahwa
alat: dengan, tanpa
pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
syarat: jika, bila, jikalau
atributif: yang
kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
tujuan: agar, biar, supaya
waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
cara: dengan, tanpa
hasil: makaContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:– Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
– Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
– Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
– Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
– Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
– Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
– Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
– Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
– Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
– Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
– Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
– Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
– Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
– Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
– Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
– Riski menunggu bus sejak tadi.
– Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola
Jumat, 06 September 2019
- Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
- 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
- Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atauContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
– Budi dan Tono pergi ke bioskop.
– Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
– Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
– Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
– Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
– Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
– Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
– Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
– Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.Contoh kata penghubung korelatif
sedemikian rupa sehingga
tidak hanya…, tetapi juga
apa(kah) … atau
bukan hanya …, melainkan juga
baik … maupun
jangankan …, … pun
entah … entah
bukannya …, melainkanContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
– Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
– Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
– Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
– Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
– Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
– Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
– Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
– Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.Contoh kata penghubung subordinatif
komplementasi: bahwa
alat: dengan, tanpa
pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
syarat: jika, bila, jikalau
atributif: yang
kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
tujuan: agar, biar, supaya
waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
cara: dengan, tanpa
hasil: makaContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:– Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
– Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
– Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
– Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
– Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
– Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
– Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
– Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
– Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
– Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
– Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
– Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
– Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
– Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
– Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
– Riski menunggu bus sejak tadi.
– Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola
Kamis, 05 September 2019
Konjungsi
- Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
- 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
- Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atauContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
– Budi dan Tono pergi ke bioskop.
– Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
– Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
– Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
– Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
– Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
– Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
– Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
– Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.Contoh kata penghubung korelatif
sedemikian rupa sehingga
tidak hanya…, tetapi juga
apa(kah) … atau
bukan hanya …, melainkan juga
baik … maupun
jangankan …, … pun
entah … entah
bukannya …, melainkanContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
– Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
– Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
– Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
– Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
– Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
– Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
– Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
– Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.Contoh kata penghubung subordinatif
komplementasi: bahwa
alat: dengan, tanpa
pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
syarat: jika, bila, jikalau
atributif: yang
kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
tujuan: agar, biar, supaya
waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
cara: dengan, tanpa
hasil: makaContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:– Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
– Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
– Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
– Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
– Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
– Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
– Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
– Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
– Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
– Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
– Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
– Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
– Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
– Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
– Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
– Riski menunggu bus sejak tadi.
– Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola
Rabu, 04 September 2019
Konjungsi teks anekdot
Kaidah Kebahasaan Teks AnekdotBerikut ini adalah kaidah yang ada di teks anekdot.
- Diawali dengan abstraksi dan diakhiri dengan koda.
- Menggunakan konjungsi untuk menyatakan peristiwa atau akibat.
- Menggunakan pertanyaan retorik.
- Menggunakan kata keterangan waktu lampau.
- Menggunakan kata kerja.
- Menggunakan kalimat perintah.
- Urut berdasarkan kejadian waktu (kronologi)
- Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
- 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
- Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atauContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
– Budi dan Tono pergi ke bioskop.
– Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
– Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
– Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
– Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
– Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
– Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
– Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
– Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.Contoh kata penghubung korelatif
sedemikian rupa sehingga
tidak hanya…, tetapi juga
apa(kah) … atau
bukan hanya …, melainkan juga
baik … maupun
jangankan …, … pun
entah … entah
bukannya …, melainkanContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
– Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
– Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
– Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
– Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
– Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
– Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
– Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
– Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.Contoh kata penghubung subordinatif
komplementasi: bahwa
alat: dengan, tanpa
pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
syarat: jika, bila, jikalau
atributif: yang
kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
tujuan: agar, biar, supaya
waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
cara: dengan, tanpa
hasil: makaContoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:– Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
– Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
– Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
– Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
– Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
– Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
– Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
– Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
– Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
– Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
– Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
– Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
– Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
– Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
– Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
– Riski menunggu bus sejak tadi.
– Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola
Selasa, 03 September 2019
KD 3.5 mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat
Pengertian Teks Anekdot
- Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur humor(lucu) dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan berupa sindiran lucu.
- Teks Anekdot adalah cerita yang dapat membuat orang tertawa, tetapi memiliki makna.
Kedua pengertian teks anekdot diatas benar, kamu bisa mengambil salah satu pengertian diatas, atau bisa menyimpulkannya sendiri.
Struktur Teks Anekdot
Ada 5 struktur yang membangun sebuah teks anekdot, berikut ini strukturnya :
- Abstrak, yaitu gambaran umum tentang sebuah teks anekdot.
- Orientasi, yaitu latar belakang kenapa cerita teks anekdot terjadi.
- Krisis, yaitu bagian yang berisi pokok masalah dalam sebuah cerita.
- Reaksi, yaitu bagian penyelesaian masalah.
- Koda, yaitu bagian yang menutup cerita.
Ciri-ciri Teks Anekdot
- Memiliki sifat humor/lucu, dan menyindir.
- Bisa menceritakan manusia ataupun hewan.
- Bisa juga cerita fakta, atau cerita fiksi imajinasi.
- Menceritakan tokoh, atau kehidupan sehari-hari dilingkungan sekitar.
- Terdapat tujuan pesan berupa kritikan.
Baca juga materi pelajaran : Mengkritik dan Memuji Materi Bahasa Indonesia
Kaidah Teks Anekdot
- Mengandung kalimat perintah.
- Mengandung kata predikat atau kata kerja.
- Ceritanya runtut(sistematis).
- Memakai kata keterangan waktu lampau.
- Menggunakan konjungsi antar kalimat.
- Dibuat sesuai dengan struktur teks anekdot, mulai abstrak hingga koda.
Contoh Teks Anekdot
Supir Taksi
Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.
“Kebon Jeruk ya Pak“
Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi.
Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.
Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.
Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.
Senin, 02 September 2019
Anekdot
KD 3.5 mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat
Pengertian Teks Anekdot
- Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur humor(lucu) dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan berupa sindiran lucu.
- Teks Anekdot adalah cerita yang dapat membuat orang tertawa, tetapi memiliki makna.
Kedua pengertian teks anekdot diatas benar, kamu bisa mengambil salah satu pengertian diatas, atau bisa menyimpulkannya sendiri.
Struktur Teks Anekdot
Ada 5 struktur yang membangun sebuah teks anekdot, berikut ini strukturnya :
- Abstrak, yaitu gambaran umum tentang sebuah teks anekdot.
- Orientasi, yaitu latar belakang kenapa cerita teks anekdot terjadi.
- Krisis, yaitu bagian yang berisi pokok masalah dalam sebuah cerita.
- Reaksi, yaitu bagian penyelesaian masalah.
- Koda, yaitu bagian yang menutup cerita.
Ciri-ciri Teks Anekdot
- Memiliki sifat humor/lucu, dan menyindir.
- Bisa menceritakan manusia ataupun hewan.
- Bisa juga cerita fakta, atau cerita fiksi imajinasi.
- Menceritakan tokoh, atau kehidupan sehari-hari dilingkungan sekitar.
- Terdapat tujuan pesan berupa kritikan.
Baca juga materi pelajaran : Mengkritik dan Memuji Materi Bahasa Indonesia
Kaidah Teks Anekdot
- Mengandung kalimat perintah.
- Mengandung kata predikat atau kata kerja.
- Ceritanya runtut(sistematis).
- Memakai kata keterangan waktu lampau.
- Menggunakan konjungsi antar kalimat.
- Dibuat sesuai dengan struktur teks anekdot, mulai abstrak hingga koda.
Contoh Teks Anekdot
Supir Taksi
Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.
“Kebon Jeruk ya Pak“
Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi.
Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.
Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.
Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.
Langganan:
Postingan (Atom)
Remedial KeIas XI IPS 1
Judul : Remedial Mata Pelajara : Bahasa Indonesia Hari / Tanggal ...
-
Untuk kelas X IPA 4 Jam ke 3dan 4 Assalamualaikum Wr Wb Selamat Pagi Semua ! Bagaimana Kabar Soleh/Soleha hari ini? Semoga kita semua dala...
-
Judul : Mengonstruksi Informasi dalam Teks Eksplanasi Mata Pelajara : Bahasa ...
-
Nama :Susarti.S.Pd Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas ...