Selasa, 10 September 2019

  • Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
  • 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
  • Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atau
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
    – Budi dan Tono pergi ke bioskop.
    – Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
    – Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
    – Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
    – Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
    – Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
    – Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
    – Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
    – Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.
    2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.
    Contoh kata penghubung korelatif
    sedemikian rupa sehingga
    tidak hanya…, tetapi juga
    apa(kah) … atau
    bukan hanya …, melainkan juga
    baik … maupun
    jangankan …, … pun
    entah … entah
    bukannya …, melainkan
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
    – Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
    – Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
    – Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
    – Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
    – Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
    – Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
    – Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
    – Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.
    3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.
    Contoh kata penghubung subordinatif
    komplementasi: bahwa
    alat: dengan, tanpa
    pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
    pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
    syarat: jika, bila, jikalau
    atributif: yang
    kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
    tujuan: agar, biar, supaya
    waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
    cara: dengan, tanpa
    hasil: maka
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:
    – Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
    – Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
    – Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
    – Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
    – Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
    – Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
    – Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
    – Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
    – Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
    – Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
    – Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
    – Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
    – Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
    – Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
    – Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
    – Riski menunggu bus sejak tadi.
    – Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola

Senin, 09 September 2019

Konjungsi

  • Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
  • 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
  • Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atau
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
    – Budi dan Tono pergi ke bioskop.
    – Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
    – Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
    – Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
    – Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
    – Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
    – Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
    – Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
    – Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.
    2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.
    Contoh kata penghubung korelatif
    sedemikian rupa sehingga
    tidak hanya…, tetapi juga
    apa(kah) … atau
    bukan hanya …, melainkan juga
    baik … maupun
    jangankan …, … pun
    entah … entah
    bukannya …, melainkan
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
    – Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
    – Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
    – Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
    – Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
    – Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
    – Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
    – Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
    – Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.
    3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.
    Contoh kata penghubung subordinatif
    komplementasi: bahwa
    alat: dengan, tanpa
    pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
    pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
    syarat: jika, bila, jikalau
    atributif: yang
    kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
    tujuan: agar, biar, supaya
    waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
    cara: dengan, tanpa
    hasil: maka
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:
    – Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
    – Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
    – Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
    – Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
    – Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
    – Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
    – Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
    – Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
    – Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
    – Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
    – Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
    – Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
    – Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
    – Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
    – Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
    – Riski menunggu bus sejak tadi.
    – Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola

Jumat, 06 September 2019

  • Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
  • 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
  • Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atau
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
    – Budi dan Tono pergi ke bioskop.
    – Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
    – Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
    – Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
    – Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
    – Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
    – Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
    – Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
    – Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.
    2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.
    Contoh kata penghubung korelatif
    sedemikian rupa sehingga
    tidak hanya…, tetapi juga
    apa(kah) … atau
    bukan hanya …, melainkan juga
    baik … maupun
    jangankan …, … pun
    entah … entah
    bukannya …, melainkan
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
    – Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
    – Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
    – Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
    – Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
    – Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
    – Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
    – Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
    – Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.
    3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.
    Contoh kata penghubung subordinatif
    komplementasi: bahwa
    alat: dengan, tanpa
    pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
    pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
    syarat: jika, bila, jikalau
    atributif: yang
    kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
    tujuan: agar, biar, supaya
    waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
    cara: dengan, tanpa
    hasil: maka
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:
    – Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
    – Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
    – Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
    – Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
    – Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
    – Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
    – Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
    – Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
    – Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
    – Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
    – Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
    – Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
    – Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
    – Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
    – Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
    – Riski menunggu bus sejak tadi.
    – Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola

Kamis, 05 September 2019

Konjungsi

  • Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
  • 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
  • Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atau
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
    – Budi dan Tono pergi ke bioskop.
    – Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
    – Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
    – Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
    – Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
    – Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
    – Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
    – Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
    – Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.
    2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.
    Contoh kata penghubung korelatif
    sedemikian rupa sehingga
    tidak hanya…, tetapi juga
    apa(kah) … atau
    bukan hanya …, melainkan juga
    baik … maupun
    jangankan …, … pun
    entah … entah
    bukannya …, melainkan
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
    – Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
    – Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
    – Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
    – Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
    – Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
    – Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
    – Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
    – Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.
    3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.
    Contoh kata penghubung subordinatif
    komplementasi: bahwa
    alat: dengan, tanpa
    pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
    pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
    syarat: jika, bila, jikalau
    atributif: yang
    kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
    tujuan: agar, biar, supaya
    waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
    cara: dengan, tanpa
    hasil: maka
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:
    – Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
    – Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
    – Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
    – Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
    – Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
    – Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
    – Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
    – Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
    – Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
    – Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
    – Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
    – Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
    – Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
    – Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
    – Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
    – Riski menunggu bus sejak tadi.
    – Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola

Rabu, 04 September 2019

Konjungsi teks anekdot

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Berikut ini adalah kaidah yang ada di teks anekdot.
  • Diawali dengan abstraksi dan diakhiri dengan koda.
  • Menggunakan konjungsi untuk menyatakan peristiwa atau akibat.
  • Menggunakan pertanyaan retorik.
  • Menggunakan kata keterangan waktu lampau.
  • Menggunakan kata kerja.
  • Menggunakan kalimat perintah.
  • Urut berdasarkan kejadian waktu (kronologi)

  • Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif, korelatif, dan konjungsi subordinatif.
  • 1. Konjungsi koordinatif: sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya setara.
  • Contoh konjungsi koordinatif: dan, serta, tetapi, namun, padahal, sedangkan, atau
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif
    – Budi dan Tono pergi ke bioskop.
    – Sepulangnya dari pasar, Wati membawa sayur-sayuran, minyak goreng, dan daging ayam.
    – Hadi ingin masuk kuliah kedokteran, tetapiia tidak mempunyai biaya.
    – Nina ingin membeli mobil, tetapi uangnya belum cukup.
    – Meski hujan, namun ia tetap pergi ke sekolah.
    – Hisam bingung memilih motor Ninja, Vixion, atau Satria.
    – Ia mau bekerja sebagai karyawan toko, padahal ia anak orang kaya.
    – Rani makan roti, sedangkan Nia makan bakso.
    – Dina ingin ke Tasikmalaya, sedangkan Dinda ingin ke Bandung.
    2. Konjungsi korelatif: konsungsi berupa kata berpasangan.
    Contoh kata penghubung korelatif
    sedemikian rupa sehingga
    tidak hanya…, tetapi juga
    apa(kah) … atau
    bukan hanya …, melainkan juga
    baik … maupun
    jangankan …, … pun
    entah … entah
    bukannya …, melainkan
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif:
    – Lukisan itu telah dilukis sedemikian rupa sehingga hasilnya menakjubkan.
    – Bukan hanya Kartono yang setuju dengan usul Pak Bambang, tetapi juga Mardiyah.
    – Pekerjaan itu tidak hanya berat, tetapi juga berisiko tinggi.
    – Kinta bukan hanya tak setuju dengan usul Naura, tetapi juga tidak menyukainya.
    – Jangankan cuma satu mangkuk, makan bakso tiga mangkuk pun ia sanggup.
    – Bukannya tidak suka, melainkan ia masih belum tertarik.
    – Bukannya tidak ingin menikah, tapi ia masih menunggu orang yang sesuai pilihannya.
    – Baik bakso maupun mie ayam, Tirta menyukai keduanya.
    3. Konjungsi subordinatif: untuk menghubungkan unsur kalimat yang tidak sederajat kedudukannya.
    Contoh kata penghubung subordinatif
    komplementasi: bahwa
    alat: dengan, tanpa
    pengandaian: seandainya, sekiranya, andaikan
    pemandingan: seperti, ibarat, seakan-akan, seolah-olah, daripada
    syarat: jika, bila, jikalau
    atributif: yang
    kosesif: sekalipun, walaupun, biarpun, kendati
    tujuan: agar, biar, supaya
    waktu: selama, sesudah, sebelum, sejak, ketika, saat, hingga, setelah
    cara: dengan, tanpa
    hasil: maka
    Contoh kalimat yang menggunakan kata penghubung subordinatif:
    – Kotak makanan yang dibawa oleh Rita ternyata berisi nasi dengan lauk kangkung dan tahu.
    – Ia sadar bahwa ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.
    – Adi akhirnya berhasil menyelesaikan tugas matematikanya dengan bantuan kakaknya.
    – Anak itu sudah bisa mengikat tali sepatu tanpa bantuan ibunya.
    – Sekiranya Bapak memperkenankan, saya ingin melamar anak Bapak.
    – Seandainya ia tidak datang terlambat, pasti ia tidak dimarahi oleh gurunya.
    – Andaikan ia mau menerima lamaran pengusaha itu, mungkin hutang keluarganya bisa ia lunasi.
    – Reza berlari ketakutan seakan-akan ia sedang dikejar harimau.
    – Ia bertingkah laku seolah-olah negara ini ia yang punya.
    – Ia makan dengan lahap seperti orang yang belum makan seharian.
    – Ia rela bekerja sebagai buruh tani daripadaia cuma berpangku tangan.
    – Rendi akan menikah jika ia sudah menemukan orang yang tepat.
    – Bila belum punya mobil, ia menganggap dirinya belum sukses.
    – Pak Tara sudah bekerja di pertambangan selama tiga tahun.
    – Riska ke rumah nenek setelah pulang dari sekolah.
    – Riski menunggu bus sejak tadi.
    – Sebelum masuk ke kelas, Feni sempat berbicara kepada Yola

Selasa, 03 September 2019

KD 3.5 mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat

Pengertian Teks Anekdot

  • Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur humor(lucu) dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan berupa sindiran lucu.
  • Teks Anekdot adalah cerita yang dapat membuat orang tertawa, tetapi memiliki makna.
Kedua pengertian teks anekdot diatas benar, kamu bisa mengambil salah satu pengertian diatas, atau bisa menyimpulkannya sendiri.

Struktur Teks Anekdot

Ada 5 struktur yang membangun sebuah teks anekdot, berikut ini strukturnya :
  1. Abstrak, yaitu gambaran umum tentang sebuah teks anekdot.
  2. Orientasi, yaitu latar belakang kenapa cerita teks anekdot terjadi.
  3. Krisis, yaitu bagian yang berisi pokok masalah dalam sebuah cerita.
  4. Reaksi, yaitu bagian penyelesaian masalah.
  5. Koda, yaitu bagian yang menutup cerita.

Ciri-ciri Teks Anekdot

  • Memiliki sifat humor/lucu, dan menyindir.
  • Bisa menceritakan manusia ataupun hewan.
  • Bisa juga cerita fakta, atau cerita fiksi imajinasi.
  • Menceritakan tokoh, atau kehidupan sehari-hari dilingkungan sekitar.
  • Terdapat tujuan pesan berupa kritikan.
Baca juga materi pelajaran : Mengkritik dan Memuji Materi Bahasa Indonesia

Kaidah Teks Anekdot

  • Mengandung kalimat perintah.
  • Mengandung kata predikat atau kata kerja.
  • Ceritanya runtut(sistematis).
  • Memakai kata keterangan waktu lampau.
  • Menggunakan konjungsi antar kalimat.
  • Dibuat sesuai dengan struktur teks anekdot, mulai abstrak hingga koda.

Contoh Teks Anekdot

Supir Taksi
Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.
“Kebon Jeruk ya Pak“
Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi.
Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.
Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.

Senin, 02 September 2019

Anekdot

KD 3.5 mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat

Pengertian Teks Anekdot

  • Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur humor(lucu) dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan berupa sindiran lucu.
  • Teks Anekdot adalah cerita yang dapat membuat orang tertawa, tetapi memiliki makna.
Kedua pengertian teks anekdot diatas benar, kamu bisa mengambil salah satu pengertian diatas, atau bisa menyimpulkannya sendiri.

Struktur Teks Anekdot

Ada 5 struktur yang membangun sebuah teks anekdot, berikut ini strukturnya :
  1. Abstrak, yaitu gambaran umum tentang sebuah teks anekdot.
  2. Orientasi, yaitu latar belakang kenapa cerita teks anekdot terjadi.
  3. Krisis, yaitu bagian yang berisi pokok masalah dalam sebuah cerita.
  4. Reaksi, yaitu bagian penyelesaian masalah.
  5. Koda, yaitu bagian yang menutup cerita.

Ciri-ciri Teks Anekdot

  • Memiliki sifat humor/lucu, dan menyindir.
  • Bisa menceritakan manusia ataupun hewan.
  • Bisa juga cerita fakta, atau cerita fiksi imajinasi.
  • Menceritakan tokoh, atau kehidupan sehari-hari dilingkungan sekitar.
  • Terdapat tujuan pesan berupa kritikan.
Baca juga materi pelajaran : Mengkritik dan Memuji Materi Bahasa Indonesia

Kaidah Teks Anekdot

  • Mengandung kalimat perintah.
  • Mengandung kata predikat atau kata kerja.
  • Ceritanya runtut(sistematis).
  • Memakai kata keterangan waktu lampau.
  • Menggunakan konjungsi antar kalimat.
  • Dibuat sesuai dengan struktur teks anekdot, mulai abstrak hingga koda.

Contoh Teks Anekdot

Supir Taksi
Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.
“Kebon Jeruk ya Pak“
Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi.
Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.
Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.

Remedial KeIas XI IPS 1

   Judul                                     :   Remedial Mata Pelajara                        : Bahasa Indonesia Hari / Tanggal            ...